Bercerita sambil berbagi pengetahuan, Pengalaman dan hal manfaat lainnya

Wartawan Tertipu

Sobat BM Cerita - Siapa si yang tidak kenal wartawan, itu lo anak cewek yang belum menikah

He . . .xxx 

Salah ya . . . .

Itu mah perawan
kalo gitu orang yang tidak pelit itu ya ?
kalo itu mah Dermawan 
terus apa dong ?
Wartawan itu orang yang kerjaanya mencari berita terus diberitakan sama publik itu loh . . .
Oh itu ya, iya ya . . . 

Ngomong –ngomong soal wartawan ada cerita unik tentang wartawan sobat bloger, cerita apa ? hayo tebak . . . .
Cerita sedih . . . 
Salah
Cerita asmara . . .
Salah juga 
Cerita dewasa . . .
Pikiranmu itu lo . . . kotor amat, amat aja ndak kotor kok . . .
:p
terus cerita apa dong ?
Mendingan kita simak aja deh ceritanya tentang seorang Wartawan yang Tertipu :
Kemarin saat dengarkan ceramah KH. Zainudin MZ di Youtube tiba – tiba beliau bercerita, bercerita tentang seorang wartawan yang sedang mencari berita, dasar wartawan berita siapa yang hilang, kok dia yang cariin
He . . .xx
Ceritanya begini, ketika seorang wartawan melintas di pinggir jalan santai aja sambil jalan tiba-tiba ada kecelakaan terjadi
Glubrak . . . . . . .
Keras sekali bunyi yang terdengar, orang – orang lari menghampiri TKP cepat-cepat hendak menolong korban, si wartawan bergegas lari, dalam pikiranya muncul “hebat ni, ada rejeki nomplok tidak usah cari jauh-jauh eh malah datang sendiri, emang rejeki ndak kemana.” Ketika sampai di TKP ramai sekali kerumunan orang hingga ia tak mampu masuk menembusnya. Dalam pikiran bingung sekali, bagaimana caranya agar bisa ambil gambar si korban kecelakaan tersebut. Akhirnya terlintas ide di benaknya “bagaimana kalau ngaku jadi bapak korban saja, pasti akan mudah untuk ambil gambar dari dekat.” Dikerumunan itu tiba-tiba wartawan berteriak “minggir-minggir Bapak korban mau melihat kondisi korban” salah seorang menjawab “siapa bapak korbannya ?” wartawan “saya bapaknya”.cepa-cepat orang-orang kasih jalan untuk si wartawan, ketika wartawan sampai dan melihat yang tergeletak ternyata anak monyet langsung pucat pasi wajahnya, eh ternyata korbannya anak monyet. Dasar wartawan ngaku-ngaku jadi bapaknya monyet

Toeng toeng toeng . . . . 
Makanya jadi orang jangan suka bohong, gitu kan jadinya. Malu-maluin diri sendiri saja.
Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata,”Buah dari melakukan kebohongan adalah kehinaan di dunia dan siksa di akhirat.”
Hayo . . . .masih berani berbohong lagi tidak, pastinya tidak bukan. Semoga kita senantiasa di jauhkan dari hal-hal buruk yang berasal dari lidah. Dan semoga sahabat blogger semua senantiasa diberi kesehatan dan rejeki yang lancar agar dapat beribadah dengan nikmat dan lebih giat.


Baca Juga Akal Bulus

Nenek Doyan Permen

Nenek Doyan Permen
Sobat BM Cerita - Lama Sekali rasanya sudah tidak bergaul dengan dunia Blog, dunia yang selalu  membuat terpana setiap orang yang masuk kedalamnya. Bagaimana tidak, dari blogger  orang belajar berbagi, belajar sesuatu yang  di tulis oleh blogger lain, dapat hiburan  ataupun hal lain yang mungkin saya pribadi belum merasakannya secara langsung karena pengalaman tiap orang pastinya berdeda - beda.

Ok langsung saja saya akan bercerita tentang Nenek Doyan Permen, hal yang mungkin bagi sebagian orang biasa  saja namun bagi saya ini cukup unik karena jika mengenai sasaran wajah yang murung menjadi ceria, suasana hati yang sedih menjadi bungah sumringah dan sebagainya.

cerita ini saya dapat ketika mengikuti sebuah pendidikan singkat Ponpes Walindo Pekalongan. Ceritanya begini, suatu ketika ada razia wanita tuna susila secara besar - besaran, setelah dipastikan semua watula (wanita tuna susila) sudah terjaring semuanya kemudian digelandang kekantor polisi untuk dibina dan direhab kembali biar tidak kembali kejalanan.

Disela - sela keramaian ada nenek tua yang sudah tua dari golongan gelandangan lewat depan kantor polisi yang sedang ramai-ramainya, karena rasa penasaran nenek pun bertanya kepada anak muda yang sedang duduk didepan kantor polisi

Nenek : Cu ada apa kok dikantor polisi ramai-ramai begitu, perempuan cantik pula yang ada disana

pemuda : (iseng saja menjawab) itu Nek, sedang bagi-bagi permen. kalo nenek mau datang saja ikut antri

Nenek : Ok Cu, Nenek suka sekali permen

Tanpa pikir panjang si Nenek masuk kekantor polisi dan ikut menganti di barisan watula tadi

Pak polisi yang dapat tugas menghitung jumlah watula keliling melaksanakan tugsnya, kemudian sampailah Pak Polisi kepada Nenek tua tadi yang ikut ngantri. Pak Polisi kaget melihat ada Nenek tua ikut di barisan para watula (dalam hati berkata udah tua kok masih doyan ya) saking penasarannya Pak Polisi tidak kuat menahan unek-unek dalam hatinya lantas bertanya kepada sang Nenek

Pak Polisi : Nek, kok ikutan ngantri ? masih doyan ya Nek

Nenek : (karena dikira beneran bagi-bagi permen seperti yang dikatakan pemuda didepan tadi  
dengan PD Nenek menjawab) "Masih dong, Lumayan Pak buat cep cep.”

Pak Polisi : gitu ya Nek (sambil mengelus dada), Emang Nenek tahu ini ada apa Nek ?

Nenek : Ya tahu Pak, mau bagi permen kan ?

Pak Polisi : Bukan Nek, ini razia para Watula (Wanita Tuna Susila)

Nenek : Waduh, saya dikerjain sama anak muda tadi

Pak Polisi : Yaudah Nek silahkan Nenek Pulang, ini saya kasih uang buat beli permen. Luamayan buat cep cep

Akhirnya Nenek pulang dan beli permen dijalan

Pak Polisi yang sangat geli mendengar jawaban Nenek tadi menceritakan kejadian itu sama teman-temannya kemudian tertawa Ha Ha Ha

Baca Juga Wartawan Tertipu

Akal Bulus

Sobat BM Cerita - Akal Bulus merupakan sebutan untuk seseorang yang cerdik namun licik ada juga yang mengartikan tipu muslihat yang licik. Bicara soal akal bulus ada cerita menggelitik dan cukup unik sobat, penasaran ? yuk mari kita capcuzzzzzz . . . .


Ceritanya ada seorang santri pondok kita sebut saja bejo yang suka dengan santri putri kita sebut santi, namun tahu sendiri aturan pondok tidak boleh pacaran, apalagi kok pacaran orang lirak – lirik saja tidak boleh. Namun si bejo emang selalu bejo alias beruntung sesuai namanya. Suatu ketika sandal Pak Kiyai ketinggalan dipondok putri tatkala selesai ngaji kelupaan memakai sandalnya langsung saja pulang kerumah. Sesampainya dirumah, Pak kiyai baru ingat kalau sandalnya ketinggalan dipondok putri. Kebetulan rumah pak kiyai dekat dengan pondok putri kebetulan pula si bejo mengantarkan teh ketempat pak kiyai. Langsung saja pak kiyai menyuruh bejo mengambil sandal yang ketinggalan di pondok putri.


Pak Kiyai : Jo Bejo
Bejo : ya Pak Kiyai ada yang bisa di bantu ?
Pak Kiyai : sandal Pak yai ketinggalan jo dipondok puti, tolong diambilkan sana
Bejo : siap laksanakan Pak Kiyai


Dalam benak Bejo terlintas betapa bahagianya bisa kepondok putri, bisa melihat si pujaan hati yang kinyis – kinyis si santi. Sesampainya Bejo dipondok putri bejo langsung menjalankan akal bulusnya untuk mencari kesempatan, dicarinya sandal Pak Kiyai dan akhirnya ketemu. Dasar bejo emang bejo alias beruntung ketemu juda dia dengan si santi pujaan hati


Bejo : Santi, kata Pak Kiyai kamu disuruh nyium aku
Santi : jangan bohong kamu jo, sembarangan saja kamu
Bejo : eh . . .tidak percaya kamu san
Bejopun mengeraskan suaranya agar Pak Kiyai mendengar Bejo
Bejo : Pak Kiyai, ini santi tidak mau 
(Bejo niat ngibulin santi, namun santi pahamnya disuruh nyium bejo, Pak Kiyai malah tahunya sandal yang ditahan santi tidak mau dikasihkan ke bejo)
Pak Kiyai : Kasihkan santi
Bejo : tu kan Pak Kiyai nyuruh kamu ngasih ke aku
(santi sambil bingung dan celingukan akhirnya nyium Bejo juga)
Bejo : tadi kan sudah kanan sant, kata pak kiyai yang kiri juga
Santi : jangan bohong kamu jo (sambil kesal tapi bingung)

Bejo : eh . . .tak percaya kamu Sant
Bejo mengeraskan suaranya lagi
Bejo : Pak Kiyai ini yang kiri tidak mau dikasihkan
Pak Kiyai : Kasihkan semua Sant !!!
(santi makin kesal sama bejo, namun demi menghormati kiyainya santi pun mencium pipi kiri bejo)
Kini bejo sukses menjalankan akal bulusnya dicium santri pujaan hati kiri dan kanan
Dasar bejo, dalam hal dosapun bejo kamu jo . . . . 




Baca Juga Wartawan Tertipu
Back To Top